Untukmu yang tengah duduk di sampingku. Bismillah, assalamu'alaykum. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya. Aku ingin menuliskan beberapa kalimat, mungkin sedikit panjang. Semoga nanti kamu ada waktu untuk menyantap tulisanku ini dibersamai secangkir teh hijau di teras rumah ya :). Ini aku, pendampingmu, sahabat, teman hidupmu. Kamu mungkin sekarang merasa aneh, karena membaca tulisan ini saat kita sudah saling bertegur sapa dalam ikatan suci. Tak apa, meski sudah ku upload terlalu lama, aku benar-benar ingin kamu membaca ini tepat di sampingku, duduk berdua di teras rumah, bersama secangkir teh hijau yang hangat. Kamu tersipu ya, kita benar-benar melakukan ini. Ini adalah mimpiku di usia 19 tahun, beberapa tahun yang lalu sebelum kamu datang dan mengisi hari-hariku. Ah sungguh aneh menulis surat untuk masa depan, bahkan kita belum saling mengenal. Namamu saja aku tak tahu, aku bahkan tak tahu kamu menyukai teh hijau hangat atau tidak. T...
Sebuah blog pengingat diri dan penebar kebaikan bagi sesama