Biasanya kita berusaha menyiapkan sebaik mungkin untuk ujian kenaikan tingkat. Lalu, bagaimana dengan ujian hidup yang datangnya tidak bisa kita tebak? Bagaimana kita menyiapkan mental dan kesabaran yang lapang untuk ujian tersebut? Jujur, aku adalah orang yang tidak pernah memikirkan tentang ujian atau musibah yang bisa membuat hidupku seolah tidak dapat berlanjut. Aku adalah orang yang merasa hidupku sedari kecil tidak pernah mendapati cobaan maupun musibah yang terlalu berat. Tapi akhir-akhir ini sebegitu derasnya ujian dalam hidupku. Entah aku harus bersyukur atau bersabar, atau bahkan dua-duanya. Aku bingung harus berbuat seperti apa untuk menyelesaikan semua masalahku. Sebegitu beratkah rasanya mendapat ujian yang cukup berat untuk pertama kalinya. Aku ingin marah, tapi dengan siapa? Aku ingin bersegera menyelesaikannya, tapi mulai dari mana? “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. ...
Sebuah blog pengingat diri dan penebar kebaikan bagi sesama