Langsung ke konten utama

Dewasa karena Rasa


Barangkali ada kalanya kecewa singgah hingga mencabik hati yang menjadi sebab timbulnya luka. Amarah datang tanpa jeda meluapkan beribu prasangka yang goyahkan iman kita. Kesedihan melanda membuat banjir air mata meninggalkan bekas di kantongnya. Jenuh mampir seketika membuat semakin berat beban yang harus dibayar oleh karenanya. Kekesalan, kedongkolan, kekecewaan, kesedihan, keresahan, kejenuhan segala macam rasa pernah kita lalui. Kita pernah sebahagia itu dan pernah pula bersedih hati. Goresan-goresan rasa tersebut membekas tak jarang membuat lelah ketika ingat. Jutaan cara sudah kita coba untuk meyakinkan dan meneguhkan diri "Oke, aku nggak papa". Tapi bukan berarti kita lupa sakitnya, bekasnya masih ada dan sembuhnya akan cukup lama. 

Namun aku tetap berterimakasih diri, kau sudah berjuang sejauh ini menempa hati yang lemah oleh laku dan kata, sudah berusaha untuk mencoba dibanding melakukan kebodohan yang sia-sia. Kau tahu? Lukamu yang dalam itu telah medewasakanmu yang masih labil terlahap emosi. Kumpulan rasa tak indah meski terkadang mengeruhkan pikir membuyarkan mimpi, ialah yang membuatmu terlatih untuk tidak bersikap manja pada keadaan. Tak ada lagi yang bisa kamu andalkan kecuali kekuatan dan keteguhan iman. 

Percayalah semua akan baik-baik saja pada waktunya. Terima, maafkan, ikhlaskan, dan perbaikan. Jadikanlah rasamu sebagai proses untuk mendewasa, bertumbuh dan berkembang dengan segala macam rintangannya. Jadikanlah setiap ketidaksempurnaan hidupmu sebagai salah satu langkah bahwa kau layak lebih dari apa yang bisa kau lakukan. Kecewamu adalah cara Allah mengabarkan, bahwa ada yang lebih pantas untuk bisa kau perjuangkan, yaitu ridho-Nya. Amarahmu adalah jalan juang untuk kesabaran di masa mendatang. Sedihmu adalah ekspresi esok yang akan membahagiakan. Jenuhmu adalah fase penantian hasil dari jawaban. Resahmu adalah prasangka bahwa "semua akan baik-baik saja karena Allah".

Kau hanya perlu menerima bahwa takdirmu tak akan pernah melewatkanmu. Memaafkan diri yang serba kekurangan, oranglain yang hidup tak hanya untuk memikirkan perasaanmu. Ikhlaskan, segala yang terjadi padamu adalah kehendak dari yang Maha Penyayang. Perbaikan, muhasabah diri untuk terus mencari ridho dari Sang Illahi Rabbi. Semoga kita senantiasa mendewasa di atas segala rasa, tabah karenanya dan bersyukur bahwasanya hidup memang drama terbaik dari-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Restu

Ya Allah, di bawah bulan malam ini aku terduduk, berdiam diri, tapi bahkan aku tidak sendiri. Aku berdo’a padamu untuk menguatkanku, sampai aku tahu dan menemukan jawaban dari tiap do’aku. Bilapun bukan dia, tak apa Ya Allah, tapi berikan aku kekuatan dan berkahmu. Udara pantai pada malam itu begitu dingin.   Membekukan tulang-tulang dan menusuknya. Angin terus berhembus, menggulirkan udara-udara malam yang tersisa. Anehnya kedua gadis itu malah kesesakan. Padahal bibir pantai yang sepanjang itu hanya dihuni oleh mereka saja, tapi entah mengapa rasanya begitu sesak. Semakin sesak karena desiran air terdengar menyeramkan. Apa yang dipikirkan mereka hingga memberanikan diri mengunjungi pantai yang sepi pada malam hari berdua, tanpa pakaian hangat menyelimuti. Hanya memakai kardigan saja, begitu tipis karena rajutannya tak rapat dan menyisakan celah-celah yang lebih terlihat seperti lubang raksasa. Ditambah lagi dengan sekumpulan paku tidak tahu diuntung yang dengan sengaja mengoyak...

Bahagianya Merayakan Cinta

Bulan Desember 2019 kali ini cukup berbeda, seratnya terasa, kesendiriannya pun sama. Begitu banyak sahabat yang berbahagia merayakan cinta, meski aku masih begini saja. Tapi tak apa, akupun terhanyut, ikut mengalir bersama derasnya gelombang bahagia oleh mereka yang saling mencinta. Yang patutnya cinta itu ikhlas tulus karena-Nya.  Tulisan ini aku dedikasikan untuk kakakku, kami hanya sebatas teman di dunia maya, tapi qadarullah hari ini Allah pertemukan kami, di tempat resepsinya, dan betapa bahagianya aku melihat anggunnya perempuan yang tutur kata, perilaku, paras, senyum, dan nasihat-nasihatnya selaras dengan nama cantiknya "Maryam". Ya tulisan ini khusus untuk Mba Maryam meskipun tak menutup kemungkinan akan dibaca oleh seluruh Indonesia.  Tentang rahasia, takdir, dan cinta. Barangkali tiada yang pernah menyangka bahwa dua hati yang 3 tahun bersama di sekolah yang sama sudah Allah gariskan di lauh mahfudz untuk juga bersama-sama menggapai surga-Nya. Saling seret-...

Catatan Pendek Untuk Perjalanan yang Panjang

Mengapa sempat terbesit kata ragu dalam menentukan pilihan, padahal yang membedakan muslim dengan yang bukan ia punya iman dan Allah di hatinya. Pada akhirnya aku memilih memulai untuk berani menyerukan “kebaikan”. Satu kata yang menggetarkan raga, yang harus diperjuangkan tanpa boleh ditawar. Sebab itulah aku melibatkan diri di jalan ini, menyelami dinamika bersama orang-orang yang in syaa Allah akan mencariku apabila aku tak ditemukan di surga nanti. Semesta tahu, detik ini sedang ada air mata muncul dari tangan-tangan yang meneladah menghadap dan memohon ridho dari Allah SWT agar setiap langkahnya menjadi berkah. Air mata itu dijatuhkan mengiringi proses yang dilalui, agar setiap langkahnya dapat diberkahi. Harapan dari air yang mengalir deras ke pipi, tiada lain hanya untuk melihat senyumnya di Jannah nanti, saling menyapa dan menemukan kemenangan yang nyata.  Detik ini, ikhtiar dan tawakal telah didengungkan dalam hati, bahkan jauh sebelum aku menulis tu...