Langsung ke konten utama

Nasihat Pernikahan dari Ibuk


Suatu hari di sudut rumah aku dengan sengaja mendesak ibuk untuk memberi jawaban atas segala yang telah aku lontarkan. Jawaban dari rasa penasaran, ya walaupun sebenarnya tidak pernah aku pendam. Aku kala itu memang sudah tak terlalu lugu, dan dirasa sudah cukup tahu di usia anak sebayaku. Tapi tetap saja aku ingin mendengar jawaban dari ibuk.

Ibuk bilang "menikah itu bukan hal yang gampang, bagaimana mungkin ibadah terlama bisa dibilang gampang. Menikah adalah ibadah seumur hidup jadi tidaklah mudah dilakukan. Butuh persiapan yang benar, baik fisik, rohani, maupun mental. Makanya ibuk nggak pernah melarang kamu untuk jatuh cinta dengan siapapun, selagi dia tanggungjawab terhadap Allah dan segala kewajibannya. Karena memang yang mendasari ikatan bernama pernikahan adalah 'cinta'. Entah kapan cinta itu datang, ketika lamaran kah, ketika ta'aruf kah, ketika akad kah, jauh sebelumnya, atau bahkan juga jauh setelahnya. Tapi 'cinta' adalah elemen penting. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana suamimu nanti akan memperlakukanmu, kamu juga belum tahu bagaimana kebiasaan buruknya, juga bagaimana ia ingin dicintai dan bagaimana ia memberikan cinta versi dia. Makanya, kalau sudah ada 'cinta' ibuk tak perlu khawatir. Karena apapun segala kekurangannya akan perlahan kamu terima, pun sebaliknya segala kekuranganmu dia akan berusaha menerima. Itulah kekuatan pernikahan bila ada cinta diantaranya. Cinta yang dilandasi karena Allah ta'ala. Cinta yang akan menyatukan dua pikiran menjadi tujuan hidup. Yang akan menggabungkan segala kelebihan menjadi sumber kekuatan, yang akan memaklumi kekurangan tanpa sedikitpun ada yang kesakitan. Jadi nanti pilihlah laki-laki yang mau mencintaimu dan yang kamu cintai. Pikirkan baik-baik, pertimbangkan dia di sepertiga malam. Kalau memang jodoh, apapun bisa Allah lakukan untuk mempertemukan kalian. Karena menikah diperlukan berbagai persiapan makanya persiapkan dari sekarang. Jangan gegabah tergiur yang nikah muda. Semua pasti ada waktunya, kamu juga pasti tahu, mentalmu dalam kadar apa, jiwamu sekuat apa, dan bagaimana kamu menyiapkannya. Ibuk sih percaya aja."

Begitulah kiranya nasihat ibuk malam itu. Benar-benar pembicaraan yang menyenangkan untuk mahasiswi semester 6. Semoga siapapun dia, datangnya di saat yang tepat dan waktu yang terbaik. Aamiin.

"Cinta itu seharusnya melahirkan kasih sayang bukan kasih syahwat. Dan cinta itu seharusnya melahirkan tanggungjawab, bukan lari dari tanggungjawab. Oleh karena itu carilah yang mampu menanggung dan menjawab.”

Komentar

  1. Benjamin Moore Titanium – Home - TITNIA-ART
    Benjamin Moore Titanium, located in titanium cerakote a garden at the joico titanium center of titanium pans a garden. This titanium welder home is titanium mug surrounded by the sun and is open with natural soil. It offers a

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Restu

Ya Allah, di bawah bulan malam ini aku terduduk, berdiam diri, tapi bahkan aku tidak sendiri. Aku berdo’a padamu untuk menguatkanku, sampai aku tahu dan menemukan jawaban dari tiap do’aku. Bilapun bukan dia, tak apa Ya Allah, tapi berikan aku kekuatan dan berkahmu. Udara pantai pada malam itu begitu dingin.   Membekukan tulang-tulang dan menusuknya. Angin terus berhembus, menggulirkan udara-udara malam yang tersisa. Anehnya kedua gadis itu malah kesesakan. Padahal bibir pantai yang sepanjang itu hanya dihuni oleh mereka saja, tapi entah mengapa rasanya begitu sesak. Semakin sesak karena desiran air terdengar menyeramkan. Apa yang dipikirkan mereka hingga memberanikan diri mengunjungi pantai yang sepi pada malam hari berdua, tanpa pakaian hangat menyelimuti. Hanya memakai kardigan saja, begitu tipis karena rajutannya tak rapat dan menyisakan celah-celah yang lebih terlihat seperti lubang raksasa. Ditambah lagi dengan sekumpulan paku tidak tahu diuntung yang dengan sengaja mengoyak...

Bahagianya Merayakan Cinta

Bulan Desember 2019 kali ini cukup berbeda, seratnya terasa, kesendiriannya pun sama. Begitu banyak sahabat yang berbahagia merayakan cinta, meski aku masih begini saja. Tapi tak apa, akupun terhanyut, ikut mengalir bersama derasnya gelombang bahagia oleh mereka yang saling mencinta. Yang patutnya cinta itu ikhlas tulus karena-Nya.  Tulisan ini aku dedikasikan untuk kakakku, kami hanya sebatas teman di dunia maya, tapi qadarullah hari ini Allah pertemukan kami, di tempat resepsinya, dan betapa bahagianya aku melihat anggunnya perempuan yang tutur kata, perilaku, paras, senyum, dan nasihat-nasihatnya selaras dengan nama cantiknya "Maryam". Ya tulisan ini khusus untuk Mba Maryam meskipun tak menutup kemungkinan akan dibaca oleh seluruh Indonesia.  Tentang rahasia, takdir, dan cinta. Barangkali tiada yang pernah menyangka bahwa dua hati yang 3 tahun bersama di sekolah yang sama sudah Allah gariskan di lauh mahfudz untuk juga bersama-sama menggapai surga-Nya. Saling seret-...

Catatan Pendek Untuk Perjalanan yang Panjang

Mengapa sempat terbesit kata ragu dalam menentukan pilihan, padahal yang membedakan muslim dengan yang bukan ia punya iman dan Allah di hatinya. Pada akhirnya aku memilih memulai untuk berani menyerukan “kebaikan”. Satu kata yang menggetarkan raga, yang harus diperjuangkan tanpa boleh ditawar. Sebab itulah aku melibatkan diri di jalan ini, menyelami dinamika bersama orang-orang yang in syaa Allah akan mencariku apabila aku tak ditemukan di surga nanti. Semesta tahu, detik ini sedang ada air mata muncul dari tangan-tangan yang meneladah menghadap dan memohon ridho dari Allah SWT agar setiap langkahnya menjadi berkah. Air mata itu dijatuhkan mengiringi proses yang dilalui, agar setiap langkahnya dapat diberkahi. Harapan dari air yang mengalir deras ke pipi, tiada lain hanya untuk melihat senyumnya di Jannah nanti, saling menyapa dan menemukan kemenangan yang nyata.  Detik ini, ikhtiar dan tawakal telah didengungkan dalam hati, bahkan jauh sebelum aku menulis tu...