Suatu hari di sudut rumah aku dengan sengaja mendesak ibuk untuk memberi jawaban atas segala yang telah aku lontarkan. Jawaban dari rasa penasaran, ya walaupun sebenarnya tidak pernah aku pendam. Aku kala itu memang sudah tak terlalu lugu, dan dirasa sudah cukup tahu di usia anak sebayaku. Tapi tetap saja aku ingin mendengar jawaban dari ibuk.
Ibuk bilang "menikah itu bukan hal yang gampang, bagaimana mungkin ibadah terlama bisa dibilang gampang. Menikah adalah ibadah seumur hidup jadi tidaklah mudah dilakukan. Butuh persiapan yang benar, baik fisik, rohani, maupun mental. Makanya ibuk nggak pernah melarang kamu untuk jatuh cinta dengan siapapun, selagi dia tanggungjawab terhadap Allah dan segala kewajibannya. Karena memang yang mendasari ikatan bernama pernikahan adalah 'cinta'. Entah kapan cinta itu datang, ketika lamaran kah, ketika ta'aruf kah, ketika akad kah, jauh sebelumnya, atau bahkan juga jauh setelahnya. Tapi 'cinta' adalah elemen penting. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana suamimu nanti akan memperlakukanmu, kamu juga belum tahu bagaimana kebiasaan buruknya, juga bagaimana ia ingin dicintai dan bagaimana ia memberikan cinta versi dia. Makanya, kalau sudah ada 'cinta' ibuk tak perlu khawatir. Karena apapun segala kekurangannya akan perlahan kamu terima, pun sebaliknya segala kekuranganmu dia akan berusaha menerima. Itulah kekuatan pernikahan bila ada cinta diantaranya. Cinta yang dilandasi karena Allah ta'ala. Cinta yang akan menyatukan dua pikiran menjadi tujuan hidup. Yang akan menggabungkan segala kelebihan menjadi sumber kekuatan, yang akan memaklumi kekurangan tanpa sedikitpun ada yang kesakitan. Jadi nanti pilihlah laki-laki yang mau mencintaimu dan yang kamu cintai. Pikirkan baik-baik, pertimbangkan dia di sepertiga malam. Kalau memang jodoh, apapun bisa Allah lakukan untuk mempertemukan kalian. Karena menikah diperlukan berbagai persiapan makanya persiapkan dari sekarang. Jangan gegabah tergiur yang nikah muda. Semua pasti ada waktunya, kamu juga pasti tahu, mentalmu dalam kadar apa, jiwamu sekuat apa, dan bagaimana kamu menyiapkannya. Ibuk sih percaya aja."
Begitulah kiranya nasihat ibuk malam itu. Benar-benar pembicaraan yang menyenangkan untuk mahasiswi semester 6. Semoga siapapun dia, datangnya di saat yang tepat dan waktu yang terbaik. Aamiin.
"Cinta itu seharusnya melahirkan kasih sayang bukan kasih syahwat. Dan cinta itu seharusnya melahirkan tanggungjawab, bukan lari dari tanggungjawab. Oleh karena itu carilah yang mampu menanggung dan menjawab.”

Benjamin Moore Titanium – Home - TITNIA-ART
BalasHapusBenjamin Moore Titanium, located in titanium cerakote a garden at the joico titanium center of titanium pans a garden. This titanium welder home is titanium mug surrounded by the sun and is open with natural soil. It offers a