Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Bahagianya Merayakan Cinta

Bulan Desember 2019 kali ini cukup berbeda, seratnya terasa, kesendiriannya pun sama. Begitu banyak sahabat yang berbahagia merayakan cinta, meski aku masih begini saja. Tapi tak apa, akupun terhanyut, ikut mengalir bersama derasnya gelombang bahagia oleh mereka yang saling mencinta. Yang patutnya cinta itu ikhlas tulus karena-Nya.  Tulisan ini aku dedikasikan untuk kakakku, kami hanya sebatas teman di dunia maya, tapi qadarullah hari ini Allah pertemukan kami, di tempat resepsinya, dan betapa bahagianya aku melihat anggunnya perempuan yang tutur kata, perilaku, paras, senyum, dan nasihat-nasihatnya selaras dengan nama cantiknya "Maryam". Ya tulisan ini khusus untuk Mba Maryam meskipun tak menutup kemungkinan akan dibaca oleh seluruh Indonesia.  Tentang rahasia, takdir, dan cinta. Barangkali tiada yang pernah menyangka bahwa dua hati yang 3 tahun bersama di sekolah yang sama sudah Allah gariskan di lauh mahfudz untuk juga bersama-sama menggapai surga-Nya. Saling seret-...

Catatan Pendek Untuk Perjalanan yang Panjang

Mengapa sempat terbesit kata ragu dalam menentukan pilihan, padahal yang membedakan muslim dengan yang bukan ia punya iman dan Allah di hatinya. Pada akhirnya aku memilih memulai untuk berani menyerukan “kebaikan”. Satu kata yang menggetarkan raga, yang harus diperjuangkan tanpa boleh ditawar. Sebab itulah aku melibatkan diri di jalan ini, menyelami dinamika bersama orang-orang yang in syaa Allah akan mencariku apabila aku tak ditemukan di surga nanti. Semesta tahu, detik ini sedang ada air mata muncul dari tangan-tangan yang meneladah menghadap dan memohon ridho dari Allah SWT agar setiap langkahnya menjadi berkah. Air mata itu dijatuhkan mengiringi proses yang dilalui, agar setiap langkahnya dapat diberkahi. Harapan dari air yang mengalir deras ke pipi, tiada lain hanya untuk melihat senyumnya di Jannah nanti, saling menyapa dan menemukan kemenangan yang nyata.  Detik ini, ikhtiar dan tawakal telah didengungkan dalam hati, bahkan jauh sebelum aku menulis tu...

Ikhlasin Dulu Aja

Suatu masa di hidup kita pasti akan ada saja, yang datang tanpa diundang atau pergi tanpa pamitan. Jatuh dan terjungkal-jungkal atau terbang melayang-layang. Bahagia menebar senyum atau bersedih penuh murung. Sekelebat rindu yang menggebu-gebu atau sesak dada tak ingin bertemu. Pernah pula gerimis turun menjadi butiran air yang menyuburkan hati atau justru badai tapi malah membuat lalai. Kita tak pernah tahu, apa yang akan hadir esok hari, satu jam kedepan, satu menit ke depan, atau bahkan detik berikutnya. Semua penuh misteri hingga kadang kita ragu dan membuat kesal hati pada semua yang tak pasti.  Wajar, saat gagal, saat berhasil, saat dimana hati kita disesaki rasa yang terpengaruh oleh keadaan, wajar apabila ekspresi terlontar penuh dengan emosi, terlebih jika sudah salah orientasi. Hasil lagi hasil lagi, kapan kita akan menilai proses yang selalu berpihak pada kebaikan? Kapan kita akan menilai betapa mahalnya proses yang telah susah payah kita bangun?  Ikhla...

Surat Untuk Masa Depan

Untukmu yang tengah duduk di sampingku. Bismillah, assalamu'alaykum. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya.  Aku ingin menuliskan beberapa kalimat, mungkin sedikit panjang. Semoga nanti kamu ada waktu untuk menyantap tulisanku ini dibersamai secangkir teh hijau di teras rumah ya :). Ini aku, pendampingmu, sahabat, teman hidupmu. Kamu mungkin sekarang merasa aneh, karena membaca tulisan ini saat kita sudah saling bertegur sapa dalam ikatan suci. Tak apa, meski sudah ku upload terlalu lama, aku benar-benar ingin kamu membaca ini tepat di sampingku, duduk berdua di teras rumah, bersama secangkir teh hijau yang hangat. Kamu tersipu ya, kita benar-benar melakukan ini. Ini adalah mimpiku di usia 19 tahun, beberapa tahun yang lalu sebelum kamu datang dan mengisi hari-hariku. Ah sungguh aneh menulis surat untuk masa depan, bahkan kita belum saling mengenal. Namamu saja aku tak tahu, aku bahkan tak tahu kamu menyukai teh hijau hangat atau tidak. T...

Proses Selalu Berpihak Pada Kebaikan

Jika hasil selalu menghasilkan 2 pihak, baik atau buruk, sesuai harapan atau mengecewakan, puas atau membuat sesal, maka tidak dengan proses. Proses selalu berpihak pada kebaikan. Apabila ada proses yang membuat keonaran dalam hidup, itu berarti ada yang salah dengan jiwa kita. Ada suatu kegagalan penerimaan hingga proses tak mampu menembus perasaan kita yang lemah oleh laku dan kata. Barangkali kita pernah di suatu masa mengecewakan diri walau sudah berikhtiar dengan maksimal, mungkin pula pernah menangis tersedu-sedu karena kegagalan. Tapi apakah kita pernah berpikir, dampak dari proses yang pernah kita lalui? Proses adalah hal penting yang terkadang sering kita lupakan karena ambisi hasil yang menyelimuti hati. Bagaimana tidak, kita justru disibukkan untuk terus menyalahkan diri ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan. “Harusnya aku nggak usah ikut ini, harusnya aku nggak buang-buang uang daftar ini, harusnya aku nggak capek-capek belajar kalau hasi...

Dewasa karena Rasa

Barangkali ada kalanya kecewa singgah hingga mencabik hati yang menjadi sebab timbulnya luka. Amarah datang tanpa jeda meluapkan beribu prasangka yang goyahkan iman kita. Kesedihan melanda membuat banjir air mata meninggalkan bekas di kantongnya. Jenuh mampir seketika membuat semakin berat beban yang harus dibayar oleh karenanya. Kekesalan, kedongkolan, kekecewaan, kesedihan, keresahan, kejenuhan segala macam rasa pernah kita lalui. Kita pernah sebahagia itu dan pernah pula bersedih hati. Goresan-goresan rasa tersebut membekas tak jarang membuat lelah ketika ingat. Jutaan cara sudah kita coba untuk meyakinkan dan meneguhkan diri "Oke, aku nggak papa". Tapi bukan berarti kita lupa sakitnya, bekasnya masih ada dan sembuhnya akan cukup lama.  Namun aku tetap berterimakasih diri, kau sudah berjuang sejauh ini menempa hati yang lemah oleh laku dan kata, sudah berusaha untuk mencoba dibanding melakukan kebodohan yang sia-sia. Kau tahu? Lukamu yang dalam itu telah medewasak...