Musim telah berganti, namun parasmu tiada kabur
Ia jutru membaur, bersama angan-angan yang terhambur
Tawamu terdengar sampai ke negeri sebrang
Pesonamulah yang menyampaikan pesan
Perangaimu menembus jarak
Memecah belah logikaku
Sementara kini hanya ada aku
Serta kenangan yang tak terkikis oleh waktu
Kala itu aku tiada sengaja menemukanmu diantara kaset-kaset kusut yang hanya menunggu pemiliknya menaruhnya di tempat yang tak akan aku jamah lagi. Kilaumu menarik perhatianku, pikirku menyelinap “siapa pula yang membiarkan kilauan emas diantara kaset kusut seperti ini?” Aku tiada henti melihatmu, mengamatimu, memperhatikanmu, klilaumu sungguh merenggut kesadaranku, hampir seutuhnya, benar-benar saat itu aku hanya melihat ke arahmu saja. Hingga beberapa menit kemudian kesadaranku menghampiriku pelan. Merenggut imajinasiku tentangmu. Membiarkannya terbang, menyisakan bayang-bayang. Aku tersadar, hingga sepenuhnya memijak bumi tempat awalku. Aku menghela nafas sebentar. Saat hentakkan nafasku terhambur, bersama itu ingatanku tentang kilaumu utuh. Ternyata cukup panjang, perjalananku memandangimu teramat panjang dan semuanya tertata rapih di pikiranku. Aku ingin kau mendengarnya, hari dimana kau renggut kesadaranku. Tapi sepertinya belum hari ini, karena meski aku telah kembali ke bumi, kilaumu tetap terang di sini. Akan aku sambung lain kali, saat semua sudah benar-benar selesai, meski cerita ini tak akan pernah bisa kumulai.
Ini ada kelanjutannya kan? Penasaran siapa yang dimaksud.
BalasHapus